Gua Cerme merupakan salah satu gua yang terletak dalam kawasan karst Pegunungan Sewu. Gua sepanjang 1,5 km ini dialiri oleh sungai bawah tanah, dan sudah dikenal sebagai gua wisata sejak tahun 1980-an. Ada banyak ornamen yang menghiasi gua ini seperti stalagtit, stalakmit, pilar, sodastraw, flowstone, dan masih banyak lagi. Selain ornamen gua, Cerme juga menjadi rumah bagi ribuan kelelawar. Karena itu jangan kaget jika di salah satu bagian Anda akan mencium bau guano yang sangat menusuk.Bagi para pecinta petualangan, Gua Cerme merupakan tempat yang asyik untuk dikunjungi. Setelah berjalan kaki menyusuri lorong gua dan aliran sungai bawah tanah, Anda akan tiba di salah satu bagian berupa air terjun mini. Saat musim penghujan, aliran di air terjun ini sangat deras. Biasanya pemandu hanya mengantarkan sampai bagian ini lantas kembali lagi ke mulut gua. Namun jika Anda pecinta petualangan, Anda wajib menaiki air terjun ini dan melanjutkan aktivitas penelusuran gua hingga pintu keluar.Selain sebagai tempat uji adrenalin, Gua Cerme juga sering digunakan sebagai tempat mencari wangsit atau tempat bertapa orang-orang yang memiliki keinginan khusus. Karena itu jangan heran jika terkadang di beberapa sudut terdapat sesajen dan bunga mawar.

Gua Cerme merupakan obyek wisata alam yang dibuka untuk umum pada tahun 1991 yang berlokasi di Dusun Srunggo,Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.Berjarak sekiatr 20 km ke arah selatan dari pusat kota Yogyakarta atau sekitar 15 km ke arah tenggara dari kota Bantul.Untuk menuju ke lokasi dapat melalui jalan Parangtritis atau juga melalui jalan Imogiri lurus ke selatan dengan kondisi jalan yang sudah beraspal halus dan terdapat papan petunjuk menuju lokasi sehingga memudahkan para pengunjung.Setelah memasuki Desa Selopamioro kondisi jalannya menanjak.Selain dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun empat terdapat pula sarana angkutan umum berupa bus yang merupakan jurusan Parangtritis yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bus kecil jurusan Tepus atau Imogiri dan masih disambung lagi dengan menggunakan ojek.Setelah sampai di lokasi,pengunjung diharuskan membayar retribusi dan memperoleh fasilitas pemandu dan senter atau headlamp.Perjalanan panjang akan dimulai dengan menuruni sekitar 759 anak tangga dan menembus lorong yang gelap dengan bantuan pencahayaan dari senter atau headlamp karena cahaya matahari tidak dapat menjangkau ke dalam Gua sepanjang sekitar 1200 meter ini.Gua Cerme dialiri sungai bawah tanah sehingga menyebabkan permukaan dalam gua tergenang air dengan kedalaman air sekitar 0.5 hingga 1 meter,semakin menuju ke dalam gua maka kedalaman genangan air akan semakin bertambah.Gua Cerme mempunyai stalagtit dan stalagmit yang indah dengan berbagai bentuk yang unik,misalnya saja ada yang berbentuk seperti donat.Stalagtit dan stalagmit tersebut masih tumbuh aktif.Gua Cerme juga merupakan tempat hidup bagi ratusan kelelawar yang bergelantungan di langit-langit gua.Di dalam gua terdapat ruangan-ruangan seperti panggung pertemuan,tempat penampungan air yang diyakini sebagai air zam-zam yang berasal dari Mekah,Mustoko,Watu Kaji,Pelungguhan atau Paseban,Kayangan,Grojogan Sewu yang merupakan sebuah air terjun mini,Gamelan,Batu Gilang,Lumbung Padi,Gedung Sekakap,Kraton, dan Watu Gantung.Ujung dari Gua Cerme adalah sebuah sendang yang masuk dalam wilayah Desa Giritirto,Panggang Kabupaten Gunung Kidul.Selain Gua Cerme yang merupakan gua utama,di sekitar kawasan ini juga terdapat gua-gua lainnya,yaitu Gua Dalang,Gua Ledhok,Gua Badut dan Gua Kaum yang sering digunakan sebagai tempat meditasi.Selain mempunyai keindahan alam,Gua Cerme juga mempunyai nilai sejarah bagi penyebaran agama Islam di Tanah Jawa.Gua Cerme pernah digunakan oleh Walisanga sebagai tempat pertemuan untuk membahas rencana pembangunan Masjid Agung Demak.
Waktu yang diperlukan untuk menyusuri Gua Cerme bervariasi.
Lokasi?
Secara geografis, Gua Cerme masuk ke dalam dua kabupaten. Mulut gua terletak di Dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Sedangkan pintu keluar gua sudah masuk dalam kawasan Ploso, Giritirto, Panggang, Gunungkidul.
How to get there? Gua Cerme berjarak sekitar 20 km dari Jogja. Jika membawa kendaraan pribadi, dari Terminal Giwangan silahkan lurus terus melewati Jalan Imogiri Timur kemudian ikuti petunjuk arah menuju Gua Cerme. Selepas daerah Selopamioro jalanan akan menanjak, jadi pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.Selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda juga bisa mencapai Gua Cerme menggunakan kendaraan umum. Dari terminal Giwangan silahkan naik angkutan umum rute Jogja-Imogiri-Cerme. Sesudah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kompleks Gua Cerme. Disarankan untuk mengunjungi Gua Cerme pada pagi hari, sebab biasanya bus paling akhir yang membawa penumpang dari Cerme ke Jogja adalah pukul 14.00 WIB.
Tiket & tarif? Tiket masuk: sekitar Rp 5.000 / orang Pemandu: Rp 35.000 / kelompok jika kita datang bersama teman-teman caver biasanya tidak perlu menggunakan jasa pemandu, cukup membayar tiket masuk. Betewe terakhir saya kesana diberlakukan dua tiket masuk, entah kalau sekarang.
Do & Don’t!
- Buat saya keamaanan merupakan hal yang utama. Meskipun pemandu yang akan mengantarkan kita kadang hanya bertelanjang kaki dan tidak memakai peralatan apapun, saya sarankan bagi kawan-kawan yang ingin menyusuri gua ini wajib membawa alat penerang, memakai helm, serta memakai sepatu (kalau bisa sih sepatu boot). Safety first bung!
- Kenakan kostum yang nyaman dan mudah kering. Sebisa mungkin kenakan celana panjang dari bahan non jeans.
- Bagi teman-teman yang hendak memotret, membawa kanebo adalah pilihan cerdas. Hal ini dikarenakan kondisi gua yang basah sehingga kanebo bisa digunakan untuk mengelap percikan air yang mengenai kamera. Kalau ada bawa dry bag. Kepepetnya nggak ada yang bawa kantong kresek hihihihi.
- Jangan merokok & membuang sampah di dalam gua!
- Jangan pegang-pegang ornamen gua yang masih hidup. Itu bisa merusak dan bikin dia mati.
- Sebelum caving di Gua Cerme pastikan perut Anda telah terisi. Sebab aktivitas ini memerlukan energi khusus. Lagipula ini akan mencegah Anda kelaparan dan masuk angin akibat terlalu lama basah-basahan di dalam gua.
- Berdasarkan tips yang saya terima dari Mas Pitik, sebelum mulai berjalan basahi tengkuk Anda dengan air yang mengalir di dalam gua. Katanya sih supaya kondisi tubuh menyesuaikan dengan kondisi gua dan tidka masuk angin. Saya nggak ngerti kebenarannya. Tapi saya selalu melakukan itu tiap mau caving di gua basah hehehe.
- Saat caving melangkahlah dengan hati-hati karena permukaan gua tidak rata. Beberapa teman yang tergesa seringkali jatuh ke lubang atau terantuk batu (inilah gunanya sepatu boot).
- Jangan lupa bawa baju ganti!
Let’s do some fun!
- Foto-foto
- Mandi Lumpur
Adakalanya kita harus mengenali dunia bawah tanah supaya lebih
menghargai dan memahami apa-apa yang ada di atas tanah. Percayalah, berada di
perut bumi tidak semenakutkan yang banyak orang kira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar